3 Karya Sastra Classic yang Bercerita mengenai Ekonomi

3 Karya Sastra Classic yang Bercerita mengenai Ekonomi

Bila Anda memandang karya sastra cuma hanya tentang kebimbangan manusian saja, karena itu Anda harus coba membaca karya-karya dari George Orwell, Charlotte Brontë serta Emile Zola ini. Dalam karya mereta, sastra bukan sekedar mentok di rumor politik waktu dulu atau penulis yang asik sendiri melanturkan filsafat. Malah beberapa penulis Rajapoker ini jadi populer sebab bukan mengulas permasalahan itu. Mengambil contoh Charlotte Brontë yang mengulas kehidupan wanita mandiri, dan banyak penulis lain yang dapat mengepak pesan yang ingin mereka berikan dengan pintar serta menghibur.

Seperti tiga penulis serta karya sastra ini, mereka mengulas keadaan ekonomi di jaman mereka. Style penceritaan mereka ada yang bersuara satir, ada juga yang setiap kalimatnya kuat yang tulis merajut jadi plot paripurna hingga mungkin pembaca tidak sadar mereka sedang membaca novel bertopik ekonomi.

1. Animal Farm

3 Karya Sastra Classic yang Bercerita mengenai Ekonomi

Animal Farm karya George Orwell dapat jadi langkah awal buat satu orang untuk kenal dunia sastra. Buku alegoris ini tidaklah terlalu tebal serta mempunyai topik menarik mengenai keadaan ekonomi, kekuasaan, serta pergantian sosial.

Bercerita tentang beberapa kumpulan babi yang memberontak menantang peternak yang dipandang mereka jadi penindas. Dalam novel pendek ini, Orwell mengkritik mereka yang akui merakyat saat sedang menjatuhkan kekuasaan, tapi waktu berkuasa karakter aslinya kelihatan.

2. Villette

3 Karya Sastra Classic yang Bercerita mengenai Ekonomi

Villette memang tidak dengan eksplisit mengulas ekonomi. Dicatat oleh Charlotte Brontë, topik pusat dari novel ini ialah profesi dari Lucy Snowe, sang ciri-ciri penting. Lucy ialah wanita yang kerja di negeri orang jadi seseorang guru. Di sini pembaca melihat bagaimana Lucy berupaya mendesak perasaannya agar kuat di kerjaannya. Konfliknya juga beragam macam, di antara Lucy menantang perasaannya, di antara Lucy serta lingkungan kerjanya, sampai Lucy melawat keinginan yang dia represi.

Baca juga : Sangat Lucu Bocah Jaman SD Ini Mengupdate 5 Status Facebbok

Novel sebenarnya dikuasai oleh kehidupan Charlotte Brontë saat dia mengajar di Belgia. Tetapi, sebaiknya pembaca mengawali dari novel Charlotte Brontë lainnya, yaitu Jane Eyre yang bertopik profesi wanita. Mengerti style tulisan Brontë, selanjutnya baru baca Villette yang topiknya lebih serius, serta disertai tulisan ciri khas Brontë yang berbunga-bunga serta mengalir namun kuat saat yang sama.

3. Germinal

3 Karya Sastra Classic yang Bercerita mengenai Ekonomi

Novel yang paling berat di daftar ini, tetapi ini yang paling menyenangkan dibaca. Germinal berlatar tempat di Prancis serta menceritakan pemuda bernama Etienne yang hadir ke satu warga pekerja tambang.

Keadaan kerja yang tidak wajar serta beresiko menggugah kesadaran pemuda itu. Ia pimpin seperti pergerakan pada keluarga orang kaya yang mengurus tambang untuk perjuangkan kehidupan yang lebih baik. Semangatnya yang panas serta menggebu sukses menarik beberapa penambang yang dia bela ke satu tragedi.

Novel ini tidak sebatas mengulas kaya versus. miskin. Sang penulis, Emile Zola, menggambarkan kisahnya dengan disiplin serta menarik. Dia tampilkan rumor dan bias ekonomi dari si kaya serta si miskin tanpa ada jejak sentimentalitas.

Ada saatnya pembaca dibikin miris dengan keadaan si miskin, dan kasihan dengan keadaan si kaya yang nyatanya hidupnya terkekang oleh statusnya. Pembaca dibawa berpikir lagi tentang reformasi ironis yang berlangsung dalam novel, walau pergerakan itu sebenarnya punya niat baik. Walau novel ini tebal, tapi perselisihan serta klimaks sukses dijalin dengan benar-benar menarik. Tidak ada kesadisan yang tak perlu, perselisihan juga berjalan alami tanpa ada meledek pandangan beberapa pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dibuat oleh usa-buecherpoker88macaubetpoker onlinepoker99poker99pengeluaran sgpQQJOKERQQFORTUNA